Sabtu, 03 November 2012

PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN ( RESUME )


PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN

RESUME BAB V
( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
yang Dibimbing Oleh Bapak Husamah )






 




Oleh :
Nayla Berliana Nugrahandhini
201210070311171


Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Oktober 2012


BAB V
Pengertian, Fungsi, dan Jenis Lingkungan Pendidikan


Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan tersebut sering disebut dengan tripusat pendidikan, yan akan mempengaruhi manusia secara bervariasi.

A.    Pengertian dan Fungsi Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah latar tempat berlangsungnya pendidikan ( keluarga, sekolah dan masyarakat ). Lingkungan pendidikan tersebut biasanya dibedakan sebagai pendidikan informal ( keluarga, karena berlangsung secara alamiah dan wajar ), formal ( sekolah, karena dilaksanakan dengan aturan yang ketat, berjenjang dan berkesinambungan ), dan nonformal (masyarakat, karena tidsk bersyaratkan perjenjangan dan kesinambungan).
Fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungannya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapainya tujuan pendidikan yang diinginkan.
Masyarakat akan dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya jika setiap individu belajar berbagai hal, baik pola tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda.

B.     Tripusat Pendidikan

1.      Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan sedarah. Keluarga mempunyai 2 fungsi, yakni fungsi produsi dan fungsi konsumsi, kedua fungsi tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan anak. Pada masyarakat tradisional, orang tua mengajarkan ketrampilan yang diperlukan untuk hidup serta melatih dan memberi petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan sampai anak bisa berdiri sendiri. Hal ini berbeda dengan masyarakat modern, di mana peran-peran tersebut sudah dipegang oleh pihak sekolah.
Menurut Ki Hajar Dewantoro, keluarga adalah tempat sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan individual maupun sosial. Keluarga adalah tempat yang sempurna sifat dan wujudnya untuk melangsungkan pendidikan ke arah pembentukan pribadi yang utuh.

2.      Sekolah
Sekolah adalah tempat yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan, karena kemajuan zaman menyebabkan ketidakmungkinan keluarga untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat, semakin penting peranan masyarakat dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya.
Pendidikan sekolah seyogianya seimbang dan serasi menjamah aspek pembudayaan, penguasaan pengetahuan dan pemilikan ketrampilan peserta didik. Alternatif yang mungkin dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah antara lain :

a.      Pengajaran yang Mendidik
Yaki pengajaran yang secara serentak memeberi peluang pencapaian tujuan instruksional bidang studi dan tujuan umum pendidikan. Dalam upaya mewujudkannya, perlu dikemukakan bahwa setiap keputusan dan tindakan guru dalam kegiatan KBM membawa berbagai dampak, baik instruksional ( efek langsung dari bahan ajaran yang menjadi isi pesan dari belajar mengajar ) maupun pengiring ( efek tidak langsung dari bahan ajaran atau pengalaman belajar yang dihayati oleh siswa akibat strategi belajar mengajar yang menjadi landasan KBM.

b.      Peningkatan dan Pemantapan Pelaksanaan Program Bimbingan dan Penyuluhan
Hal ini menitik beratkan kepada bimbingan terhadap perkembangan pribadi melalui pendekatan perseorangan dan kelompok.BP di sekolah sangat penting karen membinbing anak didik untuk pegembangan kepribadian ke arah penyadaran jati diri sebagai manusia Indonesia, yang tak lain merupakan sisi lain dari tujuan pendidikan disamping penguasaan iptek.

c.       Pengembangan Perpustakaan Sekolah sebagai Suatu Pusat Sumber Belajar (PSB)
Dengan adanya hal ini diharapkan peranannya akan lebih aktif dalam mendukung proses pengajaran, bahkan dapat berperan sebagai mitra kelas dalam upaya menjawab tantangan perkembangan iptek yang semakin cepat, di samping itu, jika PSB ini memadai akan dapat mendorong siswa dan warga sekolah untuk belajar mandiri.

d.      Peningkatan dan Pemantapan Program Pengelolaan Sekolah
Pengelolaan sekolah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan seharusnya merupakan refleksi dari suatu masyarakat Pancasilais sebagaimana yang dicita-citakan dalam tujuan nasional. Gaya kerja para pengelola umumnya, khususnya pihak kesiswaan akan sangat berpengaruh bukan hanya melalui kebijakannya, tetapi juga aspek keteladannya.

3.      Masyarakat
Kaitan masyarakat dengan pendidikan dapat ditinjau dari 3 segi, yaitu :
a)      Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan maupun yang tidak.
b)      Lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut memiliki peran dan fungsi edukatif.
c)      Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber blajar, baik yang dirancang maupun yang dimanfaatkan.
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia di dalamnya.

C.    Pegaruh Timbal Balik antara Tujuan Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik
Kaitan antara tripusat pendidikan dengan ketiga kegiatan pendidikan untuk mewujudkan jati diri yang mantab, penguasaan pengetahuan dan kemahiran ketrampilan dilukiskan bahwa setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberi kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yang meliputi pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya, pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan, dan pelatihan dalam upaya pemahiran ketrampilan. Kontribusi tersebut tidak hanya antarindividu, tetapi juga faktor pusat pendidikan itu sendiri.
Di samping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, diprasyaratkan pula keserasian kontribusi itu, serta kerja sama yang erat dan harmonis antartripusat pendidikan itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar